01 Apr

3 Rahasia Buat Pelanggan Setia dengan Merek

Posted By Admin | 01 Apr 2019

Era digital, era di mana fokus orang-orang mudah teralihkan dengan mudahnya mendapatkan informasi melalui internet. Membangun brand loyalty di era seperti ini tidaklah mudah. Alih-alih setia pada sebuah merek, pelanggan dengan mudah mendapatkan informasi produk baru melalui internet.

Era ini menjadi evolusi besar dalam dunia brand. Kualitas produk dan pengalaman belanja menjadi faktor yang benar-benar harus dipertimbangkan oleh merek. Tenang, masih ada cara untuk membuat pelanggan setia dengan merek kita.

Sampaikan janji produk setiap saat. Tampilkan secara gamblang dan konsisten keuntungan memakai merek produk kita kepada pelanggan. Dengarkan komplain pelanggan dengan seksama dan perbaiki kesalahan.

Pendiri perusahaan produk celana yoga Lululemon, Chip Wilson belajar banyak dari kesalahannya. Alih-alih menerima komplain pelanggan tentang produk celananya yang mudah robek ketika dipakai latihan, ia justru mengatakan bahwa tak semua orang cukup kurus untuk menggunakan produknya.

Akhirnya banyak dari pelanggannya yang beralih ke kompetitor. Saham Lululemon pun tenggelam, sedangkan kompetitor menikmati keuntungan dari pelanggan barunya.

Perbaiki kesalahan dan sampaikan perbaikan tersebut. Jika janji merek ternoda, segera lakukan perbaikan dan beritahu pelanggan bahwa kesalahan telah diperbaiki. Lebih baik jika CEO atau pemimpin perusahaan langsung yang memberitahukan hal tersebut dan berjanji kualitas produk dan layanan akan lebih baik. Dengan begitu merek sudah berusaha meyakinkan pelanggan untuk memberikan kesempatan lagi.

Jangan eksklusif. Ketika penyanyi Kelly Clarkson ingin membeli sejumlah besar iPod untuk anak-anak yatim piatu dari Best Buy, ritel tersebut menolaknya. Konyol, bukan? Ritel tersebut memutuskan untuk terpaku pada kebijakan perusahaan yang menyisihkan iPod untuk pelanggan tertentu saja.

Pihak ritel pada akhirnya memang berubah pikiran, namun sudah terlambat ketika Clarkson berbicara di media sosial. Nama baik PR ritel pun tentu tercoreng dengan insiden ni.

Nah, apakah merek kita ingin dikenal sebagai merek yang eksklusif pada kelompok tertentu? Tanyakan kembali kepada diri kita masing-masing pertanyaan serius apakah menghindari pelanggan lain benar-benar dapat membantu merek kita. Jika isu semacam ini sampai di media sosial berpotensi merusak seluruh rencana merek ke depannya.

Dalam era di mana media sosial sewaktu-waktu bisa menjadi batu sandungan bagi merek, memberikan layanan pelanggan yang fokus pada pengalaman belanja yang positif sangat penting. Kepuasan dan kebahagiaan pelanggan membantu merek membangun brand loyalty.

Sumber: Inc.com

Dapatkan Artikel Terbaru Top Brand

Silakan Masukan Email Anda.

Delivered by FeedBurner