02 Apr

Komitmen LG Membangun Merek Berbuah Manis

Posted By Admin | 02 Apr 2013

Oleh: Sylvia Renate Wiranjaya
Research Director Frontier Consulting Group

Dalam pemilihan produk home appliance, salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen adalah merek. Walaupun bukan merupakan hal yang utama, merek memiliki peran yang cukup besar bagi konsumen. Kita ambil saja contohnya produk lemari es, yang total penjualannya di akhir tahun 2012 mencapai 4 juta unit.

Dengan banyaknya merek produk lemari es yang beredar sekarang, konsumen tinggal memilih merek yang mereka suka. Semua merek saling berlomba untuk menarik perhatian konsumen. Berbagai inovasi pun dilakukan, mulai dari hemat energi, antibakteri, auto defrost, pintu yang berpola, dan lain-lain. Semuanya dilakukan produsen untuk memenuhi  kebutuhan konsumen akan lemari es.

Saat ini pasar lemari es yang paling besar masih dipegang oleh lemari es model satu pintu, yaitu sekitar 60%–65%, sisanya adalah lemari es dua pintu atau lebih. Pengguna lemari es satu pintu biasanya adalah mereka yang baru pertama kali membeli lemari es, namun setelah beberapa lama berganti dengan model dua pintu atau lebih, seiring bertambahnya kebutuhan.

Berdasarkan hasil survei yang baru-baru ini dilakukan, konsumen sebelum memutuskan untuk membeli sebuah lemari es biasanya akan mencari informasi terlebih dahulu di toko elektronik atau supermarket elektronik dengan cara membandingkan merek yang satu dengan merek lainnya. Hal yang dibandingkan adalah harga, keawetan, kapasitas, energi yang digunakan (hemat energi atau tidak), serta fungsi tambahan lainnya.

Selain membuat perbandingan merek, konsumen juga mengecek program promo yang diberikan oleh supermarket elektronik yang satu dan yang lain. Saat ini supermarket elektronik juga banyak memberikan promo yang menarik bagi konsumen, mulai dari cicilan 0% hingga bonus potongan harga jika menggunakan kartu kredit tertentu. Dengan demikian, konsumen bisa mendapatkan lemari es merek terkenal dan berkualitas bagus dengan harga yang terjangkau.

Merek lemari es yang masih menempati urutan teratas hingga saat ini adalah Sharp, LG, Sanyo, dan Toshiba. Keempat merek ini bersaing untuk merebut hati konsumen dengan melakukan berbagai inovasi pada produk masing-masing. Mari kita lihat satu per satu apa saja usaha yang dilakukan oleh Sharp untuk tetap mempertahankan posisinya sebagai market leader dan usaha LG untuk menjadi nomor dua di kategori lemari es.

Berdasarkan hasil Top Brand Index (TBI) yang dikeluarkan oleh Frontier selama tahun 2003–2013, dapat dilihat bahwa Sharp (24,8%) masih menempati urutan teratas, walaupun indeks tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya (26,4%). Hal ini menunjukkan bahwa merek Sharp masih nomor satu di kategori lemari es.

Untuk menjaga keperkasaannya di kategori lemari es, Sharp telah melakukan serangkaian inovasi, di antaranya mengeluarkan teknologi plasma cluster, anti-bacteria, deodorizer, ice cube twist, LED light, serta beragam fitur lainnya yang diminati oleh konsumen. Selain itu, agar terlihat lebih modern, Sharp juga melakukan inovasi pada tampilan luar, yaitu penggunaan bahan kaca (glossy glass). Namun, Sharp perlu berhati-hati mengingat indeks LG sudah mulai meningkat terus selama kurun waktu tahun 2003–2013.

Komitmen LG Membangun Merek Berbuah Manis

Grafik 1. Indeks TBI Kategori Lemari Es 2003–2013

Banyak hal yang dilakukan oleh LG untuk menempati posisi kedua, di antaranya adalah melakukan inovasi dengan memperkenalkan lemari es berfitur sehat, yaitu LG Green Health Plus. Lemari es tipe ini memberikan perlindungan bagi bahan makanan yang tersimpan di dalamnya dari kemungkinan keberadaan kuman dan bakteri. Selain itu juga diperkenalkan teknologi hemat listrik dan tampilan desain luar yang menarik—dengan corak bunga (flower pattern).

Top of mind (TOM) Sharp masih tidak tertandingi, mulai dari tahun 2003 hingga 2013 terus menempati posisi pertama. Ini menunjukkan Sharp masih konsisten dalam membangun merek dan mempertahankan kualitas produknya. Kalau kita lihat TOM tiap-tiap merek lemari es, dapat dilihat bahwa TOM LG di tahun 2003 menempati urutan keempat, dan secara perlahan-lahan naik, bahkan berhasil menyalip Toshiba di tahun 2009. Pada tahun 2010, TOM LG berhasil menempati urutan kedua hingga saat ini.

Komitmen LG Membangun Merek Berbuah Manis

Grafik 2. Indeks Top of Mind Kategori Lemari Es 2003–2013

Sejalan dengan TOM, ternyata last usage (LU) Sharp juga bergeming sampai saat ini, masih menempati urutan teratas. Ini menunjukkan bahwa sampai saat ini Sharp masih menjadi pilihan nomor satu bagi konsumen dalam kategori lemari es. Hal ini juga tercermin dari market share Sharp yang mencapai 30% dan tetap menjadi market leader di kategori lemari es.

Kalau kita lihat indeks LU LG selama tahun 2003–2009, dapat dilihat bahwa LG selalu menempati urutan keempat setelah Sanyo dan Toshiba. Namun, LG berhasil menyalip Toshiba di tahun 2010, lalu di tahun 2011 LG berhasil menyalip Sanyo dan menduduki posisi kedua setelah Sharp hingga kini. Hal ini dapat dilihat dari market share LG yang mencapai 28%.

Komitmen LG Membangun Merek Berbuah Manis

Grafik 3. Indeks Last Usage Kategori Lemari Es 2003–2013

Demikian pula dengan future intention (FI) Sharp yang stabil menjadi nomor satu hingga saat ini—walaupun indeks FI-nya cenderung mengalami penurunan jika dibandingkan indeks tahun 2011. Sejalan dengan last usage (LU), indeks FI LG juga mengalami kenaikan. Jika kita lihat dari tahun 2003 hingga 2008, LG menempati urutan keempat. Namun di tahun 2009, LG berhasil menyalip Toshiba dan indeksnya juga sama dengan Sanyo (14,8%). Pada tahun 2010, angka indeks FI LG dengan Toshiba sama (14,9%), beda tipis dengan indeks FI Sanyo (15%). Di tahun 2011, indeks FI LG (16,8%) berhasil menyalip Toshiba dan Sanyo, hingga saat ini indeks FI LG bertahan menjadi nomor dua setelah Sharp. Dan Sharp pun perlu berhati-hati terhadap LG, mengingat merek asal Korea ini sangat gigih berusaha untuk menjadi nomor satu.

Komitmen LG Membangun Merek Berbuah Manis

Grafik 4. Indeks Future Intention Kategori Lemari Es 2003–2013

Belajar dari hasil survei Top Brand, banyak hal yang perlu dilakukan untuk menjadi merek populer, dan tak mustahil merek yang tidak diunggulkan dapat menduduki posisi challenger. Membangun merek merupakan komitmen jangka panjang perusahaan. Hal ini dapat kita lihat dalam tracking merek LG dari tahun ke tahun.

Dapatkan Artikel Terbaru Top Brand

Silakan Masukan Email Anda.

Delivered by FeedBurner