07 Jan

Pria Juga Ikut Bersolek

Posted By Admin | 07 Jan 2016

Pernahkah Anda memerhatikan rak kosmetik di supermarket atau hipermarket sekarang ini? Pernah menyadari kalau bagian produk perawatan personal pria semakin lama semakin besar porsinya, walaupun belum sebanyak produk perawatan untuk wanita? Tidak percaya? Memang sejak dulu wanita menjadi target pasar untuk produk-produk perawatan diri mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Namun, faktanya saat ini segmen produk perawatan yang dikhususkan untuk pria mulai dari sampo, sabun mandi, sabun muka, parfum, deodoran, body cologne, bedak, minyak rambut/gel, dan sebagainya mulai dipadati oleh persaingan. Produk-produk ini dengan mudahnya dapat kita jumpai baik di pasar modern maupun tradisional. Kuatnya pengaruh budaya dari luar negeri seperti budaya barat atau Korea yang belum lama ini memasuki Indonesia juga turut memengaruhi perubahan gaya hidup (lifestyle) para pria modern.

Berdasarkan statistik, Indonesia memiliki persentase komposisi penduduk pria dan wanita yang hampir sama. Artinya terdapat pasar yang sama besar bagi perusahaan yang menyediakan produk khusus pria atau wanita. Perawatan tubuh memang bukan menjadi kebutuhan primer, namun peranannya semakin penting dalam pergaulan masa kini yang menuntut setiap individu menampilkan yang terbaik ketika berinteraksi.

Diperkirakan total besaran industri perawatan tubuh di Indonesia mencapai Rp15 triliun. Sekitar 80% dari pasar ini dikuasai oleh produk perawatan untuk wanita, dan sisanya produk perawatan untuk pria.

Seperti apakah ketatnya persaingan produk perawatan bagi pria? Dalam riset omnibus Top Brand yang dilakukan oleh Frontier Consulting Group terdapat beberapa produk perawatan pria di antaranya kategori deodoran dan body cologne. Metode pengukuran dilakukan dengan menggunakan tiga parameter yang mampu menggambarkan kekuatan sebuah merek, yaitu Top of Mind (TOM), Last Usage, dan Future Intention. Ketiga parameter inilah yang membentuk Top Brand Index (TBI).

TOP BRAND INDEX KATEGORI BODY COLOGNE
Figure 1 Top Brand Index Kategori Body Cologne Pria

clip_image004

Pada kategori body cologne ada tiga merek yang berkompetisi secara konsisten, yaitu Axe, Gatsby, dan Casablanca. Gatsby yang dibawa oleh PT Mandom ini memiliki lini produk perawatan pria yang lebih banyak. Sementara Axe yang sejak kemunculannya sudah fokus pada produk body cologne terbukti mendapatkan Top Brand Index yang paling tinggi setiap tahunnya. Keunikan dan kekuatan positioning produk yang dikomunikasikan dengan konsisten turut mendukung Axe menjadi pemenang. Anda pasti ingat salah satu dari sekian banyak iklan Axe? Inilah yang menjadikan Axe bisa meraih TBI yang tinggi.

Figure 2 Top Brand Index Kategori Deodoran Pria
clip_image007

Sementara itu pada kategori deodoran, Rexona sebagai pemain utama di dalam kategori ini memiliki angka TBI yang tinggi dan jauh meninggalkan merek-merek lain. Hal tersebut bisa disebabkan Rexona konsisten bermain di dalam kategori produk ini selama belasan tahun dengan terus mengeluarkan pilihan produk yang beragam. Dalam lima tahun terakhir, merek andalan Unilever ini terus berada di puncak TBI, meski persentasenya mulai sedikit menurun.

Menarik untuk diperhatikan adalah pergerakan Axe yang utamanya bermain pada segmen body cologne pria. Kepiawaian Unilever dalam melakukan strategi branding telah membuat AXE unggul juga di kategori deodoran. Jika melihat kenaikan TBI yang signifikan pada tahun 2014, bukan tidak mungkin posisi Axe di kategori ini semakin kuat di masa yang akan datang.

Jadi, akan berkembang ke arah manakah kategori produk-produk perawatan pria? Apakah akan menyaingi ragam produk perawatan wanita di masa mendatang? Pastinya berbagai inovasi produk akan terus bermunculan, dan para pemilik merek perawatan pria harus lebih agresif dan kreatif dalam berpromosi untuk mendorong minat kaum pria menggunakan produk-produk tersebut.

Satu faktor penting lainnya adalah pengaruh budaya modern yang semakin kuat diprediksi akan mendorong penggunaan produk perawatan pria. Market leader boleh berbangga saat ini, namun datangnya pemain-pemain baru dan manuver dari para kompetitor yang sudah ada tetap perlu diwaspadai.

Oleh : Andrew Prasetyo
Business Analyst – Frontier Consulting Group

Dapatkan Artikel Terbaru Top Brand

Silakan Masukan Email Anda.

Delivered by FeedBurner