10 May

Siapakah Peraih Podium di Motor Sport?

Posted By Admin | 10 May 2013

Oleh: Abdul Rosyid
Research Executive at Frontier Consulting Group

Pertarungan akbar para rider dunia MotoGP tahun 2013 baru saja menyelesaikan sesi kedua, dimana pada sesi pertama yang diselenggarakan di sirkuit Doha/ Losail-Qatar, Jorge Lorenzo tampil sebagai peraih podium utama di susul rekan setimnya dari Yamaha yaitu Valentino Rossi yang terus dibuntuti Marc Marquez pembalap yang dijuluki anak ajaib dari Honda.

Pada sesi kedua MotoGP Austin di circuit of the Americas (COTA) Texas, yang diselenggarakan tanggal 22 April 2013, Honda dengan pembalapnya Marc Marquez dan Dani Pedrosa berhasil finis di urutan pertama dan kedua. Hasil ini memperlihatkan persaingan yang akan sengit antara Yamaha dan Honda sepanjang pergelaran motoGP 2013 ini. Menarik menantikan persaingan yang akan tersaji antara kedua produsen sepeda motor asal Jepang ini.

Persaingan antara Yamaha dan Honda sudah sangat banyak mewarnai sejarah dunia. Persaingan ini tidak hanya terjadi di lintasan balap saja, dimana kedua produsen sepeda motor ini juga sudah sangat lama saling berebut pangsa pasar sepeda motor dunia. Di dalam negeri sendiri kedua produsen sepeda motor asal Jepang ini begitu mendominasi penjualan sepeda motor nasional. Keduanya saling berbagi dengan menyisakan sedikit porsi bagi produsen sepeda motor lain. Di tahun 2012 Honda dan Yamaha mampu memimpin dengan berbagi lebih dari 90% pangsa pasar dan menyisakan kurang dari 10% untuk produsen sepeda motor lain.

Tahun 2013 ini sepertinya akan memperpanjang sejarah persaingan antara keduanya. Kita tahu bahwa dalam beberapa tahun terakhir Yamaha begitu mendominasi penjualan sepeda motor di kategori sport dengan amunisi andalannya yaitu Yamaha Vixion. sejak awal kemunculannya di tahun 2007, Vixion begitu fenomenal. Dengan harga 18 jutaan di awal peluncurannya, Yamaha Vixion seolah hadir sebagai sepeda motor sport yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. Hadir dengan mengusung teknologi diasil cylinder dan forged piston, yang mereka sebut sebagai teknologi MotoGP serta teknologi fuel injection yang pertama kali diaplikasikan pada sepeda motor kategori sport menjadi daya tarik yang ditawarkan Yamaha. Selain itu, kesuksesan team Yamaha dengan pembalapnya Valentino Rossi di ajang MotoGP pada saat itu menjadi positif campaign yang cukup berperan dalam keberhasilan penjualan Yamaha Vixion di pasar nasional. Di tahun pertama, Yamaha Vixion mampu mencatatkan penjualan sebesar 28.260 unit, dan terus menanjak dari tahun ke tahun.

Dari awal tahun 2012 sampai dengan bulan Maret 2013 lalu, dominasi Yamaha Vixion masih sangat kuat dengan total penjualan sebesar 433.768 unit dimana sebanyak 82.219 unit merupakan sumbangan dari Yamaha New Vixion. Vixion sendiri menyumbangkan 13,25% dari total penjualan Yamaha pada tahun 2012. Keperkasaan ini juga dapat terlihat dari  kemampuan Yamaha Vixion meraih penghargaan yang diberikan kepada merek-merek TOP di Indonesia yaitu TOP Brand Award selama 4 tahun berturut-turut dari tahun 2010 sampai tahun 2013 seperti yang digambarkan pada grafik berikut (Gambar 1.1)

Top Brand Index 2008 - 2013
Gambar 1.1. Top Brand Index 2008 – 2013

Menarik untuk mempelajari lebih jauh mengenai kekuatan Vixion sebagai sebuah merek sepeda motor. Melalui data TOP brand Indeks,

TOM berdasarkan usia
Gambar 1.3 TOM berdasarkan usia

kita dapat melihat bahwa Yamaha Vixion populer di kalangan usia muda, dimana 18% dari responden usia 15 sampai dengan 20 tahun menyebutkan Vixion pertama kali ketika ditanya merek sepeda motor sport yang diketahui. Fakta ini sangat berbanding terbalik dengan sepeda motor Honda Tiger dan Honda New Mega Pro yang ternyata lebih populer di kalangan usia 41 tahun keatas. Yamaha Vixion sendiri memang terkesan begitu dekat dengan anak muda dengan design yang stylish dan begitu bersahabat bagi yang memiliki hobi modifikasi motor.

Masih dari data hasil survei TOP Brand Indeks yang dilakukan Frontier Consulting Group dengan melakukan analisa mapping brand diagnostic, yaitu mapping antara rasio Top of Mind Brand Awareness terhadap last Usagedengan rasio Future Intention (tingkat kemungkinan untuk menggunakan kembali merek yang sama) terhadapLast Usage (Merek yang terakhir kali digunakan). Dari mapping brand diagnostic, dapat dilihat bahwa Kawasaki Ninja dan Honda Tiger berada pada Zona NY yang artinya produk ini diakui sebagai produk yang sangat berkualitas dan memiliki popularitas yang sangat tinggi dan biasanya merek yang ada pada zona ini adalah merek-merek lama dan premium. Vixion dan Honda CBR berada pada zona MY. Merek yang ada pada zona ini adalah merek-merek pilihan para switcher dari merek lain, merek yang mendapatkan positive effect dari Word-of-Mouth, dan dapat diprediksi bahwa merek-merek yang ada pada zona ini akan tetap menjadi merek yang menarik di masa yang akan datang.

Mapping Brand Diagnostic
Gambar 1.3. Mapping Brand Diagnostic

Sulit untuk memprediksi berapa lama Vixion akan terus berada di podium teratas penjualan sepeda motor kategori sport. Melihat persaingan antara Yamaha dan Honda di kategori sport mengingatkan kita pada persaingan antara keduanya di kategori Skutik (skuter Matik) beberapa tahun silam. Masih ingatkah Anda mengenai kisah manis Yamaha dengan produk skutiknya yang bernama Mio? Dari awal kemunculannya pada tahun 2003, Mio menjelma menjadi satu produk yang begitu diterima masyarakat Indonesia. Dengan mengusung tagline sebagai sepeda motor yang “mengerti wanita” di awal peluncurannya, produsen sepeda motor berlambang garpu tala ini berhasil mencatat angka penjualan 2.972 unit di tahun pertamannya dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Popularitas Mio yang kerap disebut sebagai pioneer sepeda motor kategori skutik ini sepertinya masih dianggap memiliki attractiveness sendiri oleh Yamaha sehingga nama “Mio” masih digunakan pada hampir semua varian skutik yang dimiliki Yamaha. Namun melalui perjuangan panjang akhirnya Honda mampu meredam keperkasaan Yamaha Mio dengan strategi membombardir pasar kategori skutik dengan banyak pilihan produk seperti Beat, Vario, Scoopy dan Spacy.

Honda tidak tinggal diam melihat Yamaha dengan Vixion-nya terus berada di depan. Tahun 2013 ini diprediksi akan menjadi tahun perjuangan bagi Honda untuk dapat memenangkan persaingan di kategori motor sport. Pertanyaan berikutnya adalah strategi apakah yang akan digunakan Honda? mungkinkah Honda akan kembali menggunakan strategi yang sama seperti yang digunakan ketika meredam dominasi Yamaha Mio? Melihat keputusan Honda di akhir tahun 2012 lalu dengan meluncurkan 2 varian produk sepeda motor di kategori sport yaitu CB150R streetfire dan Verza, artinya kini Honda memiliki 5 varian produk di kategori sport dengan adanya Tiger, Megapro dan CBR Series yang sudah lebih dulu beredar di pasaran. Sepertinya ini memang sengaja dilakukan Honda untuk menggenjot penjualan sepeda motor di kategori sport. Hal ini terbukti bahwa selepas kuartal 1 tahun 2013 ini Honda mampu mencatatkan penjualan sebesar 84.287 unit di kategori sport, yang tumbuh 79% dibanding dengan pencapaian periode yang sama tahun lalu sebanyak 47.072 unit.

Menarik untuk menantikan seperti apa kompetisi di kategori sport yang akan berlangsung di tahun ini. Kita nantikan saja apa yang akan dilakukan kedua produsen asal Jepang ini untuk menduduki podium teratas penjualan sepeda motor sport di pasar nasional.

Dapatkan Artikel Terbaru Top Brand

Silakan Masukan Email Anda.

Delivered by FeedBurner