15 Mar

Story Branding – Apple

Posted By Admin | 15 Mar 2019

Apple adalah salah satu merek yang pernah menduduki peringkat 1 dalam daftar “Brand Value”. Bicara soal Apple, siapa yang tidak mengenalnya? Kita sedikit banyak tahu tentang kisah (story) dari Apple. Entah itu soal gadget baru, Steve Jobs, karyawan, inovasi, organisasi, toko retail, iklan, dan promosi. Inilah yang disebut “great story branding” yang mampu menciptakan brand image amat kuat.

Tidak ada yang lebih baik untuk membuat story selain belajar dari penulis buku fiksi maupun film Hollywood. Karya mereka telah mencetak rekor penjualan terbanyak di dunia. Story yang mereka ciptakan sangat dicintai, bahkan para tokohnya menjadi pujaan orang. Siapa yang tidak kenal Harry Potter ataupun Spiderman? Saya akan menjelaskan bahwa ada lima unsur utama dalam pembuatan great story yang mereka gunakan. Merek Apple akan dipakai sebagai referensi karena sudah terbukti sebagai merek paling top.

Unsur pertama adalah “The Problem”. Suatu story akan dimulai dengan sebuah situasi tertentu. Di dalam situasi itu terdapat beberapa persoalan besar. Steve Jobs melihat suatu problem besar. Komputer pada masa awal terlihat begitu membosankan dengan bentuknya yang kaku dan warna abu-abu yang membosankan. Dia juga memikirkan bagaimana cara menempatkan 5.000 lagu dalam satu perangkat kecil. Problem lainnya adalah bagaimana mengintegrasikan telepon mobile, iPod, dan sambungan internet yang cepat. Apple juga memikirkan bagaimana komputer bisa dibawa ke mana-mana dalam bentuk tablet. Inilah berbagai problem besar yang dikisahkan Apple.

Kedua adalah “The Challenge”. Tahap kedua setelah suatu problem terdeteksi adalah bagaimana problem itu bisa diatasi dengan solusi yang genius. Inilah tantangan yang perlu didefinisikan dalam pembuatan story yang baik. Apple berlaku sangat keras terhadap dirinya sendiri untuk mencari solusi. Mereka menantang semua eksekutif dan pemasoknya untuk membuat komputer yang cantik, bentuk yang ramping, tekstur yang lembut dengan warna yang indah. Apple juga menantang insinyur mereka untuk tidak menggunakan tombol “on-off” di iPod. Steve Jobs bahkan menghendaki bagaimana mengontrol customer experience secara langsung tanpa lewat jaringan pengecer. Inilah beberapa tantangan besar yang hendak ditaklukkan Apple.

Ketiga yaitu “The Fight”. Inilah bagian paling menarik dalam pembuatan story. Di sini terdapat elemen “drama” dimana mereka harus jatuh-bangun berjuang melawan semua hambatan. Steve Jobs sebagai pendiri Apple sempat diberhentikan dari Apple oleh pemegang saham mayoritas. Akhirnya pada tahun 1996, Steve diminta kembali untuk memimpin Apple setelah produk-produknya mengalami penurunan dan krisis identitas. iPhone sendiri sebagai produk pionir juga pernah menderita gangguan karena antena penerima sinyal percakapan mengalami blank spot. Para pemegang saham juga harus memutuskan apakah Apple hendak mengalahkan kompetitor dan mendapatkan profit sebesar-besarnya ataukah seperti yang Steve kehendaki, yaitu membuat produk yang hebat.

Keempat adalah “The Resolution”. Tahap berikutnya adalah menentukan resolusi akhir, yaitu bagaimana mereka memenangkan peperangan setelah mengalami pertempuran di berbagai medan dengan hasil kalah-menang. Perjuangan Apple membuahkan hasil besar. Mereka adalah pionir untuk produk seperti Macintosh, iPod, iTunes, iPhone, iPad, iCloud, iMac, dan Apple Store. Inilah resolusi yang ditawarkan Apple buat masyarakat dunia. Kita bahkan tidak mengenal produk-produk itu sebelumnya, sampai kita melihatnya dan membutuhkannya. Inilah resolusi kreatif dari Apple.

Kelima yaitu “The Prize”. Tahap akhir dari sebuah story adalah memetik buah perjuangan. Setiap perjuangan yang berat dan gigih akan membuahkan hasil yang sepadan. Tahun 2012 Apple menduduki peringkat ke-1 dalam “brand value” dengan nilai tertinggi. Apple Store mencetak hasil penjualan terbesar per meter persegi dibandingkan outlet retail lainnya. Para penggemar Apple di Jepang rela antre dua hari untuk mendapatkan iPhone terbaru. Ironisnya, seorang remaja di Tiongkok dikabarkan menjual ginjalnya hanya untuk iPhone dan iPad. Sekarang, setelah Steve Jobs tiada, Tim Cook melanjutkan Apple Story dan berkreasi dengan produk kreatifnya seperti iWatch.

5 Unsur Story Branding

1.The Problem
2.The Challenge
3.The Fight
4.The Resolution
5.The Prize

Itulah kelima unsur penting yang harus ada dalam pembuatan sebuah great story branding. Tiap topik terintegrasi dalam sebuah story yang menyentuh, menginspirasi, empati, menggairahkan, dan dicintai. Nancy Duarte, penulis buku The Story Factor, memberi nasihat bahwa story itu hendaknya dibuat simple. Ketahuilah siapa audience Anda, make it real, hindari chicken little, jangan lupakan pain and suffering, akhirnya practice, practice, and practice!

 

Budi P.Kartono

Praktisi Bisnis

email: budipurwantok@yahoo.com.au

Dapatkan Artikel Terbaru Top Brand

Silakan Masukan Email Anda.

Delivered by FeedBurner